Beberapa waktu lalu, saat blogwalking ke 'rumah' mba' Elsa ternyata sedang membahas tentang salah satu komentar yang menurut saya sih lumayan 'pedas'. Tapi ada satu hal lain yang saya sesalkan selain 'pedas'nya kritik itu, yaitu yang mengkritik hanya bersembunyi dibalik nama anonim.
Namanya juga sesuatu yang kita tampilkan di ranah publik, tentu kita harus siap dengan konsekuensi apapun yang akan mengikuti. Walau terkadang tak jarang muncul kalimat pembelaan semacam 'blog-blogku sendiri, terserah aku donk mau nulis apa!'. Memang tak jarang blog atau mungkin socmed lainnya dianggap sebagai 'rumah maya' bagi sebagian orang, namun nggak sedikit yang lupa bahwa socmed ini seperti mulut, ketika dia sudah terbuka maka nggak menutup kemungkinan jika orang yang seharusnya tidak mendengar ikut mendengarkan, dan bisa menimbulkan reaksi akan itu. Kalau salah bicara, bisa kena tegur bahkan kalau sampai parah bisa kena tempeleng.